Hukum

Pembahasan Pengadaan Bahan Makanan melalui E-Katalog Versi 6, Kanwil Ditjenpas Sumut Dorong Transparansi dan Efisiensi

36
×

Pembahasan Pengadaan Bahan Makanan melalui E-Katalog Versi 6, Kanwil Ditjenpas Sumut Dorong Transparansi dan Efisiensi

Sebarkan artikel ini

Medan – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara menggelar kegiatan pembahasan pengadaan bahan makanan melalui E-Katalog Versi 6 secara virtual pada Selasa (01/07).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Yudi Suseno dari ruang kerjanya, didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Endang Sriwati, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Pengelolaan Basan Baran (Patnal) Rindra Wardhana, serta Tim Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kanwil.

Baca Juga :  Pasang Spanduk Kemerdekaan, Pemuda di Belawan Ini Kena "Dor" OTK

Kegiatan ini turut diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Utara secara virtual.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya pemanfaatan E-Katalog Versi 6 sebagai sarana pengadaan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan makanan bagi warga binaan pemasyarakatan. Ia juga meminta agar setiap UPT benar-benar memahami alur dan teknis pengadaan pada sistem terbaru ini agar tidak terjadi kendala dalam pelaksanaannya di lapangan.

Baca Juga :  IPTI Sumut Apresiasi Kapolrestabes Medan Ungkap Berbagai Kasus Kriminal yang Meresahkan

“Dengan sistem yang semakin digital dan terbuka, kita dituntut untuk bekerja lebih cepat namun tetap akurat, sehingga pelayanan kepada warga binaan bisa semakin baik,” ujar Yudi Suseno.

Diskusi juga membahas berbagai kendala yang kerap dihadapi UPT terkait penyediaan bahan makanan, serta solusi yang dapat diterapkan melalui fitur-fitur terbaru dari E-Katalog Versi 6.

Baca Juga :  PT Pegadaian Cabang Tanjung Pura MoU Dengan Kejaksaan Negeri Langkat

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kanwil Ditjenpas Sumut untuk terus meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan melalui optimalisasi sistem pengadaan yang terintegrasi. (Red)