Sumut

Kehadiran Gibson Panjaitan di Demo Buruh Dinilai Janggal, Tuai Sorotan

25
×

Kehadiran Gibson Panjaitan di Demo Buruh Dinilai Janggal, Tuai Sorotan

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Kehadiran Gibson Panjaitan dalam aksi unjuk rasa buruh di Kota Medan mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Sosok yang diketahui menjabat sebagai Sekretaris Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut itu dinilai tidak memiliki relevansi langsung dengan isu yang diperjuangkan para buruh.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor Gubsu itu sejatinya mengusung tuntutan klasik buruh, mulai dari persoalan upah, kesejahteraan pekerja, hingga perlindungan tenaga kerja. Namun, kehadiran Gibson Panjaitan justru memicu tanda tanya besar di kalangan pegawai PNS Kantor Gubsu yang menyaksikan aksi demo tersebut.

Baca Juga :  HMI Sumut : Tangkap Pemilik Gudang Gas Oplosan di KIM 3 Medan!

“Ini jadi pertanyaan, apa kaitannya pejabat SDA dengan tuntutan buruh? Tidak nyambung secara tupoksi,” ujar salah seorang pegawai PNS Kantor Gubsu.

Secara struktural, jabatan yang diemban Gibson berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, infrastruktur pengairan, serta kebijakan teknis di sektor tersebut. Sementara isu ketenagakerjaan berada di ranah instansi lain yang memiliki kewenangan langsung terhadap buruh.

Pengamat kebijakan publik di Medan menilai, kehadiran pejabat di luar konteks isu aksi justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Jika benar tidak ada keterkaitan langsung, maka ini bisa menimbulkan spekulasi. Publik berhak mempertanyakan motif kehadirannya, apakah sekadar simbolik atau ada kepentingan lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Sumut Perkuat Penindakan Terhadap Sarang Narkoba

Di sisi lain, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Gibson Panjaitan terkait alasan kehadirannya dalam aksi tersebut.
Fenomena ini pun menjadi viral di media sosial, dengan berbagai spekulasi dan kritik bermunculan. Sejumlah warganet menilai kehadiran tersebut sebagai bentuk ketidaktepatan, sementara lainnya menduga adanya agenda tertentu di baliknya.

Aksi buruh sendiri berlangsung relatif kondusif, meski diwarnai orasi-orasi keras yang menuntut perhatian serius dari pemerintah terhadap nasib pekerja.
Kasus ini menambah daftar dinamika menarik dalam setiap gelombang aksi buruh di Sumatera Utara, di mana kehadiran pihak-pihak di luar konteks kerap memicu polemik baru di ruang publik.

Baca Juga :  Hindarkan ASN dari Judol, Gubernur Bobby Nasution Akan Gandeng OJK untuk Melatih ASN Terjun ke Pasar Modal

Sementara itu Kadisnaker Sumut Yuliani Siregar mengatakan, Gibson sendiri pun tak mengetahui kenapa dia dipanggil, dia bertanya, “kenapa saya dipanggil kak,” ujar Gibson. Lalu Yuliani menjawab, ayo mari sama-sama kita terima.

Menurut massa buruh, Gibson diminta hadir karena dia pernah mendapat penghargaan lencana K3 nasional. Dalam pemikiran buruh, Gibson dapat menyelesaikan permasalahan seperti ketika dia menjabat Kadis SDABMBK Kota Medan. (Red)