Sumut

Gubernur Sumut Ubah Lahan Sawit Jadi Hunian Tetap Korban Bencana

114
×

Gubernur Sumut Ubah Lahan Sawit Jadi Hunian Tetap Korban Bencana

Sebarkan artikel ini

TAPANULI SELATAN – Penanganan pasca bencana di Sumatera Utara terus dikebut. Salahsatunya langkah Pemprov Sumut mengubah lahan sawit milik warga untuk dibangun hunian tetap (huntap) bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.

Informasi dihimpun, Selasa (30/12/2025), lahan warga itu saat ini ditanami sawit dan kebun salak. Direncanakan, akan dibeli oleh Pemprovsu untuk 188 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal di Desa Tandihat, Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Porwasu 2026 Resmi Ditutup, Pemprov Sumut Siap Jadikan Agenda Tahunan HPN

Kabar itu pertama kali diungkap Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu. Hal itu dikatakannya saat mendampingi kunjungan Gubsu Bobby Nasution ke Tapsel, Sabtu 27/12/2025.

Gus mengatakan total lahan relokasi mencapai 3,7 hektare. Dimana 2 hektare merupakan milik pribadi warga, sehingga Pemprovsu bakal membayar ganti rugi lahan warga tersebut.

“Tapi memang ikut dengan tanah masyarakat yang kebun salak ada 2 hektare, tadi Pak Gubernur menyampaikan biar itu dari provinsi untuk membebaskan lahan masyarakat yang 2 hektare. Total 3,7 hektare semuanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko Binjai Tegaskan Komitmen Antikorupsi dalam Kegiatan Penerangan Hukum

Memang, kondisi di Desa Tandihat Tapsel mulai mengalami pergerakan tanah sejak 25 November 2025 dan menghancurkan rumah maupun jalan. Warga kemudian memilih mengungsi ke Desa Perkebunan Marpinggan.

Gus Irawan Pasaribu menjelaskan terdapat 186 kepala keluarga (KK) di Desa Tandihat. Semuanya bakal direlokasi di lokasi yang sudah direkomendasikan.

“Ada 186 KK sudah merekomendasi di sini layak untuk hunian untuk 186 KK,” sebut Gus Irawan Pasaribu. (Red)