Bisnis

Koperasi Pers Indonesia Rombak Pengurus, Bidik Bisnis Ayam Potong hingga UMKM Masuk Hotel

32
×

Koperasi Pers Indonesia Rombak Pengurus, Bidik Bisnis Ayam Potong hingga UMKM Masuk Hotel

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Koperasi Pers Indonesia resmi merombak susunan pengurus demi keluar dari kevakuman dan menyiapkan akselerasi bisnis baru. Agenda ini dibahas dalam Rapat Pleno Pengurus yang digelar di Hotel Sultan, Medan, Sabtu (6/9/2025).

Ketua Koperasi Pers Indonesia, Devis Karmoy, mengakui struktur tujuh divisi yang berjalan selama dua tahun terakhir tidak efektif. Karena itu, dilakukan restrukturisasi agar koperasi lebih lincah dan fokus.

Baca Juga :  Libur Nataru 2024/2025, Pelindo Multi Terminal Layani 630.479 Penumpang

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Koperasi Dedy Hutajulu, Kepala Divisi Hukum dan HAM Irvan Simatupang, Pengawas Koperasi Andri Gunawan, serta admin Nurul.

Dalam pemaparannya, Irvan Simatupang mengusulkan peluang bisnis peternakan ayam potong yang dinilai memiliki prospek menjanjikan, mulai dari sisi hukum hingga ke hilir. Meski begitu, dibutuhkan lahan untuk mewujudkan peternakan skala koperasi.

Baca Juga :  Gubernur Bobby Nasution Siapkan Formulasi Turunkan Harga Tiket Pesawat

Tak hanya itu, forum juga membahas tawaran bisnis frenchies serta strategi menjembatani produk-produk UMKM agar bisa masuk ke jaringan mini bar dan pojok UMKM di hotel-hotel. Langkah ini diyakini akan membuka pasar baru sekaligus memperluas jaringan distribusi anggota koperasi.

Sebagai tindak lanjut, rapat memutuskan mengangkat tiga pengurus baru:

  • Jansen Tanuwijaya, pelaku UMKM Bosteri Medan, dipercaya sebagai Bendahara Koperasi.
  • Juliana atau akrab disapa Sese, pengusaha Roasteri Kopi, ditunjuk sebagai Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan UMKM.
  • Andika Pane, pelaku usaha budidaya dan pengolahan minyak sere, dipercaya sebagai Kepala Divisi SDM.
Baca Juga :  Harpelnas 2025, Indosat Berikan Hadiah Spesial untuk Pelanggan

Dengan formasi anyar ini, Koperasi Pers Indonesia optimis mampu keluar dari kevakuman dan menjelma menjadi koperasi yang produktif, adaptif, dan berdaya saing di berbagai sektor bisnis. (red)