SAMOSIR – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan hutan di Sumatera Utara.
Kali ini, api melalap sekitar 50 hektare lahan di Menara Pandang Tele, Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, pada Senin dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.
Kejadian ini sontak mengundang perhatian banyak pihak. Pasalnya, titik api berada tepat di pinggir jalan raya, sehingga menimbulkan pertanyaan besar.
Apakah kebakaran ini murni akibat alam atau ada unsur kesengajaan ?.
Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara bersama tim gabungan langsung bergerak cepat. Koordinat titik api tercatat di 2°33’11.8″N 98°38’29.4″E, dan hingga pagi hari, kobaran api masih terus ditangani.
Tim gabungan terus diterjunkan, api cepat menyebar karena lalang dan angin kencang.
Dalam laporan resminya, Kepala Bidang Kehutanan Sumut, Zainuddin, menyampaikan bahwa upaya pemadaman melibatkan lintas instansi dan elemen masyarakat. Tim gabungan terdiri dari, :
Personel UPTD KPH Wilayah XIII
Kepolisian Polres Samosir dan Babinkamtibmas
TNI dan Babinsa
Damkar Kabupaten Samosir
BPBD Samosir
Camat Harian dan aparat desa
Masyarakat peduli api dari KTH Gerbang Berkumis dan KTH Alam Hijau
Regu pemadam dari Manggala Agni
Karyawan Menara Pandang Tele
“Kondisi kebakaran di lokasi cukup berat karena banyaknya lalang dan kuatnya hembusan angin. Api cepat membesar dan menyebar,” ucap Zainuddin melalui laporan dokumentasi terakhir dari lokasi ketika dikonfirmasi wartawan (Rabu 2 Juli 2025).
Dugaan Dibakar Sengaja Tak Dinafikan, Asal Api Masih Misterius
Menurut Zainuddin, hingga kini penyebab pasti kebakaran belum bisa dipastikan. Namun, dugaan adanya unsur kesengajaan (pembakaran) terbuka lebar.
“Lokasi kebakaran berada di pinggir jalan dan terjadi sekitar pukul setengah satu malam. Kami masih menyelidiki apakah api berasal dari aktivitas manusia atau terbakar sendiri karena faktor alam,” ujarnya.
Dugaan pembakaran kerap menghantui kebakaran hutan di Sumut, apalagi pada musim kemarau panjang.
Titik api yang muncul di jalur strategis seperti jalan raya memunculkan kecurigaan akan adanya motif tertentu, mulai dari pembukaan lahan hingga sabotase.
Upaya pencegahan penyebaran api terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga berita ini diturunkan, api di sekitar Menara Pandang Tele telah berhasil dipadamkan.
Namun, regu Manggala Agni dan KPH XIII Dolok Sanggul masih terus berjibaku dengan kobaran api di sekitar area hutan pinus dan jalur jogging track.
Langkah-langkah pembatasan dilakukan agar api tidak menyeberang jalan dan meluas ke pemukiman warga maupun kawasan wisata lain di sekitarnya.
Zainuddin mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga hutan dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan hutan lindung. Ia juga meminta dukungan publik dalam penanganan dan pencegahan kebakaran hutan yang kian marak terjadi.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Kami masih standby di lokasi dan terus bekerja agar api benar-benar padam dan tidak muncul kembali,” harapnya. (Red)






